Sabtu, 08 Desember 2012

Sinopsis Arang and The Magistrate episode 3






Siapa yang mengira kalau Arang yang hendak mencium Eun Oh itu hanyalah mimpi. Oh Gross!! This drama is really trolling us! Tapi, siapa yang tahu, hal itu mimpi atau bukan karena semuanya memang terlihat real. Eun Oh yang menyadari kalau ia memimpikan Arang yang hendak menciumnya langsung saja terbangun dan ia terbelalak.

Memaki dirinya sendiri, "Ah!! Aku pasti sudah gila!!" Teriak Eun Oh mengusap-usap wajahnya dan mulai menyadarkan diri. Haha.. Itu bisa jadi sebuah sinyal kalau Eun Oh memang sudah benar-benar jatuh hati pada Arang.

Pagi itu juga, Eun Oh menyuruh Dol Swi untuk mengantarkan surat khusus yang diperuntukkan untuk Joo Whal. Eun Oh memperingatkan Dol Swi, kalau bagaimanapun juga surat itu harus sampai ke tangan Joo Whal, jangan sampai engga. Dol Swi bertanya-tanya tentang isi surat tersebut, dan Eun Oh menghindari pertanyaan itu.

Dol Swi pun menanyakan tentang mengenai Eun Oh yang berpura-pura menjadi hakim. Akan sampai berapa lama, Eun oh bertahan dalam kepura-puraan seperti itu? Tanya Dol Swi dengan polosnya. Eun Oh menjawa, bahwa hal itu engga akan lama, lalu Ia pergi meninggalkan Dol Swi begitu saja. 
Di kerajaan langit, raja langit dan raja neraka tengah asyik memancing. Kedua terlibat pembicaraan mengenai hal terkait kegiatan manusia dibumi.

Raja neraka menyinggung permasalahan roh-roh yang masih berkeliaran, sudah lebih dari ratusan tahun dan roh-roh itu belum juga tertangkap dan mendapat hukuman di dunia berikutnya. Kaisar langit yang merasa tersinggung berjanji akan membereskan hal tersebut sesegera mungkin.

Lalu bagaimana nasibnya roh-roh yang hilang itu, singgung kaisar langit pada raja neraka. haha.. Ia juga mengatakan, "Kau tau kenapa kau sangat lambat tumbuh dewasa tapi cepat sekali menua? Karena kau selalu marah dan tergesa-gesa." pfft..

Di tempat Shaman Bang Wol, Arang menunggu disebuah ruangan, ia baru saja merapikan rambutnya.



Dan tebak siapa yang punya baju baru?? ARANG. Hanbok dan segala macam peralatan wanita yang beberapa waktu lalu dipesan oleh Eun Oh pada Bang Wol, kali ini semuanya sudah tersedia. Hanbok cute dengan rajutan bunga cantik, bedak dan lipstik ala jaman penjajahan plus riasan rambut yang manis.


Melihat semua itu, Arang tersenyum senang. Ia seperti melihat harta karun, harta karun yang ribuan tahun terpendam di dasar bumi lapisan 7. Aigh! Setelah memperhatikan benda yang ada di hadapannya satu persatu, Arang mulai menggunakan barang-barang itu. Dimulai dari hanbok, ia memakainya dengan hati-hati kemudian merias wajahnya dan memakai bandana plus jepit rambut.

Arang bercermin, berharap dapat melihat dirinya dipantulan cermin tersebut. Tapi, engga. Arang sama sekali engga bisa melihat dirinya di cermin. Cermin itu kosong dan pantulan bayangan diri Arang menghilang, ia sama sekali engga bisa melihat betapa cantiknya diri Arang kali ini.

Selagi Arang membenahi dirinya, Eun Oh sudah berulang kali berjalan mondar-mandir. Ia menghentak-hentakkan kipasnya, menunggu memang selalu membuat seseorang merasa kepanasan. Arang belum juga keluar dari ruangan itu, Eun Oh yang kesal bertanya pada Bang Wool, kenapa Arang membutuhkan waktu ribuan tahun untuk berganti pakaian di ruangan itu, padahal hal semudah itu dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik, keluh Eun Oh. 
Eun Oh memang sama sekali engga bisa mengenal karakter seorang wanita, Arang adalah wanita, ia membutuhkan waktu lama untuk membenahi dirinya sendiri, terlebih ini adalah kali pertama Arang memakai pakaian baru, ucap Bang Wool seraya mengasal golok tajamnya. Jawaban itu malah membuat Eun Oh kepanasan, bagaimana bisa selama ini.

Engga lama kemudian, Arang keluar dari ruangan dengan senyuman. Hanbok, bandana bunga dan riasan wajahnya itu benar-benar membuat dirinya terlihat cantik. Eun Oh pun sampai ternganga melihat kecantikan Arang. Aww.. Eun Oh benar-benat terpesona. Arang yang biasanya selalu urakan, kali ini ia merapikan diri dan hasilnya benar-benar diluar dugaan. Engga ada mengira kalau hantu pun jika didandani akan cantik.


Lebih dari beberapa detik Eun Oh terpesona, Eun Oh engga bisa berkata apa-apa. Sulitnya bagi Eun Oh untuk memuji kecantikan Arang. Eun Oh malah dibuat terbata-bata karena kegugupannya. Ia mengalihkan kata cantik dengan hanya memuji rambut Arang yang tertata rapih, "Rambut acak-acakanmu itu terlihat lebih tertata rapi sekarang. Well, itu saja. Aku memiliki urusan lain yang harus aku kerjakan. Kau tetap berada di sini dan jangan pergi kemana-mana." ucap Eun Oh dalam kegugupannya. Hihii. Ia beberapa kali harus berdehem untuk melancarkan kata-katanya sendiri.


Eun Oh pergi meninggalkan Arang, Arang heran kemana Eun Oh akan pergi. Arang meminta Eun Oh agar mengajaknya, lagi pula mereka sudah ada ditempat Shaman bersama-sama, kenapa mereka engga juga pergi bersama, pikir Arang. Eun Oh engga menggubris pertanyaan Arang, ia meninggalkan Arang dan Bang Wool. Kali ini Bang Wool yang dibuat repot, ia juga engga ingin berada didekat Arang, ia takut. He.

Di kediamaannya, pelayan pribadi Joo Whal memberikan surat khusus yang dikirimkan Eun Oh pada Joo Whal. Saat ditanya siapa pengirimnya, Joo Whal bertambah terkejut mendengar nama hakim Kim disebut-sebut. Kim Eun Oh. Ada urusan apa, hakim Kim mengirimkan surat padanya. Pelayan Joo Whal menyerahkan surat itu dan Joo Whal mulai membacanya.


Engga ada pekerjaan lain yang bisa Arang lakukan, ia menetap di dalam kamar milik Bang Wool. Arang mengeluh kesal karena ia engga mendapat pujian dari Eun Oh. Bukankah ia cantik dengan menggunakan pakaian dan aksesoris seperti ini, ah bagaimanapun juga ia memang cantik, Arang memuji dirinya sendiri seraya memutar-mutarkan badannya. Cute.
Di luar ruangan, lengkap dengan sesajennya Bang Wool mencoba memohon pada dewa-dewa yang ia percaya untuk mengusir Arang dari tempatnya. Ia memohon dengan amat sangat, tapi engga ada efek sama sekali pada Arang. Arang engga juga menghilang dari tempat itu. ke ke ke.

Putus asa karena rasa ketakutannya pada Arang, Bang Wool memohon pada Arang dengan mengatakan seluruh pengorbanan yang sudah ia lakukan untuk Arang, betapa sulitnya hidup Bang Wool ditambah dengan minimnya pelanggan ramalan yang datang, jadi bisakah Arang pergi saat ini juga? Belum lagi Arang yang sudah menjadikan Bang Wool sebagai pencuri beberapa waktu lalu, bukankah sudah cukup?


Bang Wool juga memberikan alasan kalau kali ini ia akan bersemedi kepada panglima hantu dan keberadaan Arang ditempat itu akan mengganggu prosesi ritual abal-abalnya.

Arang yang mendengar keluh kesah Bang Wool pun merasa iba dan ia pun merasa bersalah. Ia memutuskan untuk pergi dari tempat itu, seperginya Arang dari tempatnya, Bang Wool bisa bernafas legaaa..

Penampilan baru memang selalu bisa mengubah seseorang, entah itu pribadinya atau tindakannya (Nowadays, the criminals wear suit, right?). Begitu pula dengan Arang, hanbok baru benar-benar membuatnya merasa anggun, perasaan anggun itu membuat Arang mengubah cara berjalannya, bukan seperti Arang yang dulu, tapi kali ini ia berjalan layaknya seorang putri bangsawan. Cute!

Saat dalam perjalanan Eun Oh masih tetap memikirkan Arang. Hehe. Ia sedikit engga nyaman melihat Arang berubah cantik seperti itu. He? Lebih baik Arang menjadi hantu buruk rupa yang bergentayangan. Dan ah yah, kenapa juga Eun Oh meninggalkan Arang, siapa yang tau kalau Arang mungkin saja membuat keonaran bila engga ada dirinya. Eun Oh akhirnya memutar arah dan kembali untuk menemui Arang.

Arang memasuki Area pasar, hendak mencari Eun Oh tapi Arang malah menemukan sebuah bangunan yang mengingatkannya pada hantu yang memberikannya makanan sesajen. Makanan sesajen yang bisa membuat dirinya menampakkan diri di depan manusia. Arang yang penasaran lalu memasuki bangunan tersebut.

Tapi, saat berada di bangunan tua itu, Arang dikejutkan oleh kedatangan 3 hantu jahat. Hantu jahat yang mencoba balas dendam karena perbuatan Arang merugikan kelompok kubu hantu mereka. Satu pukulan yang Arang tujukan pada salah satu hantu memang berhasil merubuhkan hantu tersebut. Tapi malangnya, Arang harus menghadapi lebih dari satu hantu.


Arang kesal karena salah seorang hantu dengan sengaja menginjak-injak hanbok miliknya dan dua orang hantu lainnya mencoba memegangi tangan Arang agar ia engga bisa bebas bergerak. Tapi Arang kemudian menggigit lengan hantu tersebut dan berhasil meloloskan diri. Satu hantu tumbang, datanglah segerombolan hantu lainnya. Arang benar-benar berada dalam masalah besar. Ia harus menghadapi hantu-hantu itu seorang diri. Bagaimana bisa??

Arang mencoba melindungi dirinya, ia menggigit, menendang, menggunakan tangan, kaki dan kepala, semua pukulan random yang Arang layangkan pada para hantu itu kalah banding dengan jumlah hantu yang harus Arang hadapi. Arang benar-benar geram saat salah seorang hantu menginjak hanboknya, dengan cepat Arang meninju hantu tersebut. Namun sayangnya, hantu yang lainnya datang dan memukul kepala Arang dengan keras hingga Arang terperosok dan terpojokkan.
Arang mencoba bangkit, tapi sulit, tubuh hantunya sudah mulai melemah dan kekuatan habis terkuras. Arang yang terkapar membuat para hantu lainnya bersemangat untuk membalaskan dendam dengan memukuli Arang. Tapi niat mereka digagalkan dengan kedatangan Eun Oh. Eun Oh yah~~ 

Dengan slow motion, cool, Eun Oh menendang dari arah belakang punggung para hantu tersebut. Sekejap kemudian, Eun Oh menarik tangan Arang dan berusaha melindunginnya dengan membiarkan Arang jatuh pada pelukan tangan Eun Oh. Cute!
Mereka saling menatap beberapa detik, romance mulai mengembang bak bunga nan mekar. Gross.. Tatapan itu terhenti karena Eun Oh, Eun Oh gugup dan menyadari posisi canggungnya itu. keke.

Eun Oh mengomel pada Arang, bagaimana bisa Arang hidup seperti ini dikellilingi oleh hantu-hantu jahat seperti mereka.


Eun Oh mengomeli Arang untuk kedua kalinya, karena hanbok baru yang baru saja ia belikan kotor dan rusak! "Kau tau betapa mahalnya hanbok itu!" Tunjuk Eun Oh ke bagian hanbok yang rusak dan kotor. Eun Oh benar-benar panik melihat hanbok Arang rusak. Masalahnya, uang Eun Oh habis untuk membeli dan menyogok Bang Wool untuk membuatkan baju tersebut. Engga cuma Eun Oh, Arang pun kesal, pertama kalinya ia memakai pakaian bagus dan sepertinya itu bakal jadi terakhir kalinya. LOL.

Para hantu yang ada dibangunan tersebut terheran-heran melihat makhluk manusia seperti Eun Oh yang dapat melihat dan memukuli para hantu seperti mereka. Eun Oh membanggakan dirinya sendiri, ia juga engga lupa untuk mengeluarkan senjata andalannya dalam mengusir para hantu. Apalagi kalau bukan, kacang merah! Dengan bangganya, Eun Oh menunjukkan kacang merah miliknya yang terbungkus rapi dalam lipatan kantong hitam.

Mendengar kata kacang merah, para hantu memundurkan langkah mereka. Takut terluka karena kacang merah milik Eun Oh. Apalagi saat Eun Oh mencoba untuk membuka bungkusan hitamnya, tapiiiiiiii...



tuing. hanya ada satu kacang merah di dalam kantong hitam itu. Hanya satu! Persediaan kacang merah tak terduga milik Eun Oh habis, saudara-saudara! Dan hal itu membuat Eun Oh dan Arang benar-benar dalam bahaya.

Para hantu tertawa penuh kemenangan saat Eun Oh kehabisan kacang merahnya. Mereka bahkan mengolok-olok Eun Oh, tapi Eun Oh malah tertawa menantang. Eun Oh merapikan letak topinya lalu melakukan kuda-kuda dan BAM BAM BAM..


Eun Oh dengan sukses menumbangkan para hantu dengan sekali tendangannya. Tapi para hantu tersebut memiliki energi ekstra, mereka dapat bangkit kembali dan Eun Oh pun harus kerja extra pula.

Di sisi lain, Arang terus memperhatikan Eun Oh. Ia sama sekali engga menyangka kalau Eun Ho sangat mahir bela diri. Kalau engga ada Eun Oh, tamat sudahlah riwayat Arang. Kalau dihitung-hitung, ini kali kedua Arang diselamatkan oleh Eun Oh. Beberapa waktu lalu, saat Arang mencoba melarikan diri dari Myung Soo dan sekarang, Arang berhutang budi pada Eun Oh. Dan hutang budi itu bakal Arang balas dengan pengorbanan yang lebih besar dari Arang untuk Eun Oh.

Eun Oh menaiki tembok dan bergelantungan, mengandalkan kakinya untuk meninju para hantu. Seper Guardian Angel, mata Eun Oh engga pernah lepas dari Arang. Ia mengkhawatirkan Arang, setiap kali para hantu memukuli Arang, Eun Oh langsung datang membantu. Kali ini sikap Arang berubah, ia bahka menanyakan keadaan Arang, "bagaimana apa kau baik-baik saja?" tanya Eun Oh sebelum melayangkan tinjunya pada hantu yang lain.


Oh, bad. Tenaga Eun Oh pun sudah terkuras habis. Eun dan Arang terpojokkan oleh para hantu. Tapi, Miracle datang. Kedatangan para malaikat maut pengumpul roh yang diutus dari neraka bisa jadi miracle buat Arang dan Eun Oh. Buktinya dengan kedatangan mereka, Arang dan Eun Oh bisa melarikan diri. 

Melihat para pengumpul roh itu berdatangan tanpa Myung Soo, para hantu berhambur dan mencoba melarikan diri. Tapi, kali ini engga ada yang bisa meloloskan diri, mereka tengah berada di sebuah ruangan dan itu memudahkan pengumpul roh untuk menangkapi para hantu tersebut. Eun Oh menarik tangan Arang untuk keluar dari ruangan tersebut selagi para pengumpul roh sibuk menangkapi para hantu yang lain. Berhasil. Eun Oh dan Arang berhasil melarikan diri. Mereka memasuki gang-gang kecil untuk menghindari kejaran para malaikat pengumpul arwah.

Saat mereka berlari, Arang yang kesal langsung saja melepas paksa tangannya yang tengah digengggam oleh Eun Oh. Arang mengeluh mengenai hanbok barunya yang rusak dan kotor. Arang pun mengeluh karena ia engga akan bisa bertemu dengan Joo Whal dengan pakaian seperti ini. 
Tiba-tiba cuaca meredup dan hujan. Eun Oh mengeluh, kenapa harus ada hujan disaat-saat melelahkan seperti ini. Kenapa juga ia harus mengikuti hantu wanita seperti Arang, di tengah hujan seperti ini pula. haha.

Di sebuah pelataran, Joo Whal pun tengah menepi dari hujan. Ia memiliki kebiasaan melihat ke arah langit, entah itu di saat bulan purnama atau hanya sekedar menatap awan-awan.

Pengawal Joo Whal datang untuk mempersilakan Joo Whal kembali kekediamannya sebelum hujan turun bertambah deras, lagi pula Hakim Kim engga akan datang bila hujan deras seperti ini. Joo Whal pun kembali kekediamannya dan meninggalkan pelataran tersebut.

Arang membiarkan badannya basah kuyup, ia sama sekali engga menghindari dari derasnya hujan. Sedangkan Eun Oh yang berjalan dibelakang Arang, ia sibuk mengeluh. Tapi pada akhirnya, keluhan Eun Oh berakhir pada ke-caring-an pada Arang. Engga ingin agar Arang basah kuyup, Eun Oh menarik tangan Arang agar mereka bisa berteduh.
Hujan bertambah deras, derasnya hujan membuat hulu sungai menguap dan arus airnya terbawa ke pangkal tebing dan mengalir deras hingga membentuk air tenjun. Apa yang akan terjadi pada derasnya hujan kali ini??
Arang dan Eun Oh berteduh untuk menepi dari hujan di pelataran yang beberapa waktu lalu disinggahi oleh Joo Whal. Di tepi pelataran, Arang memikirkan dirinya sendiri, kenapa semuanya jadi seperti ini, ia membiarkan bercak hujan membasahi hanboknya yang kotor. 

Eun Oh mengeluh, mengapa engga ada yang berjalan sesuai dengan rencana? Arang menimpali, ia selalu berada dalam keengga beruntungan. Mulai dari mati muda, menjadi hantu dan hanya bisa memakai baju baru yang langsung rusak begitu saja.
Eun Oh mengomel karena ulah Arang yang engga berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Semuanya jadi seperti ini, kalau saja Arang bisa lebih berhati-hati. Kalau saja... Eun Oh memperhatikan Arang yang terdiam dan mulai menghampirinya.


Ia mencoba berkata-kata yang baik pada Arang tapi Arang malah membentaknya. "Mungkin terasa begitu tidak adil kalau kau harus pergi ke alam baka seperti ini kan?" ucap Eun Oh yang langsung disembur dengan sentakan dari Arang.


Engga hanya Eun Oh yang dapat sentakan dari Arang, tapi raja langit juga. ke ke ke. 

Jeritan Arang menggaung sampai ke langit ke 7, dan kali ini raja langit benar-benar mendengar jeritan Arang itu dengan jelas. Raja langit yang tengah sibuk bermain Mahyong bersama sang kakak-raja neraka memikirkan mengenai jeritan Arang. Ada perih dalam jeritan tersebut, dan hal itu membuat raja langit berpikir.


Sedangkan lawannya dalam bermain Mahyong, raja neraka, ia terus saja tertawa karena yakin kali ini ia akan menang dan mengalahkan raja langit. Dalam permainan mahyong tersebut, saat raja langit hendak meletakkan serdadunya, ia meletakkannya seperti meletakkan takdir pada kisah yang akan terjadi di dalam bumi. 

Derasnya hujan jadi bagian dari siasat raja langit. Aliran air yang menguap karena hujan yang engga henti-henti itu membuat aliran air terjun bertambah deras. Derasnya hujan menghanyutkan banyak benda, mengalirkannya dari satu tempat ke tempat lain. Derasnya hujan juga mengikis tanah keras yang menyimpan banyak rahasia. Derasnya hujan mengikis tanah keras dimana tubuh Lee Seol Rim terkubur, dan menghanyutkan mayat itu ke tepi sungai. That is Arang's body. Creepy!
Salah seorang warga yang menemukan mayat wanita menggegerkan seluruh sisi Miryang. Terlebih wanita tersebut adalah wanita yang menghilang 3 tahun yang lalu, wanita yang sudah lama mati dan baru ditemukan jasadnya saat ini, jasad yang masih utuh!

Beberapa orang memberikan informasi ini kepada atasan tertinggi di Miryang secepat mungkin. Officer Choi, Joo Whal dan kediaman hakim Kim (I mean Eun Oh.) Officer Choi dan Joo Whal yang berada di tempat berbeda terkejut mendengar berita seperti itu. Eun Oh yang secara kebetulan engga berada di tempat, maka trio ahjusshi dan Dol Swi yang pergi melihat jasad wanita tersebut.


Hujan mulai mereda, Eun Oh tengah berjalan di jembatan hendak menuju ke kediaman hakimnya. Ia mengomentari bajunya yang basah kuyup karena Arang. Eun Oh berjalan sendiri tanpa Arang. Dan pada saat itu juga, tepat dihadapannya beberapa petugas keamanan, para trio ahjushi dan Dol Swi berlarian ke arah yang sama. Pasti ada sesuatu, pikir Eun Oh.



Eun Oh lalu memanggil Dol Swi yang belum berlari jauh dari arahnya. Eun Oh tentu saja menanyakan ada apa, semua penduduk sepertinya menuju ke satu arah yang sama dan kenapa sepertinya ada keributan. Bukan keributan, melainkan seorang mayat, desis Dol Swi dengan wajah horor. Raut wajah Eun Oh berubah 180 deraja saat mendengar informasi yang Dol Swi sampaikan mengenai ditemukannya seorang mayat seorang wanita. Mayat seorang wanita??

Eun Oh yang terkejut dengan hal itu, ia bergegas ke tempat kejadian perkara. Di tempat itu, para petugas megamankan mayat yang sudah diselubungi oleh anyaman tikar serabut. Para warga yang penasaran dengan kejadian ini mengerubungi tempat kejadian dibawah awasan para petugas keamanan. 


Eun Oh memastikan bahwa jasad itu adalah jasad milik Arang. Kebenaran pertama, terbukti saat melihat seorang ahjumma yang pernah ia temui di depan kamar milik Lee Seol Rim beberapa waktu lalu. Ahjumma itu terus menerus menangis, menangisi kepergian Lee Seol Rim-Arang yang tragis seperi itu. Dan kebenaran yang lain adalah, mayat itu memang benar-benar mayat Arang-Lee Seol Rim. Eun Oh membuka perlahan penutup tubuh mayat. Betapa terkejut dan sakitnya, saat ia mengetahui kalau mayat itu adalah mayat Arang.






Eun Oh teringat kata-kata Arang bahwa Arang selalu merasa sakit di bagian ulu hatinya mungkin saja ia mati terbunuh karena ditusuk. Eun Oh memperhatikan hanbok yang digunakan mayat itu, ia engga menemukan sedikitpun bercakan darah. Tiga tahun terpendam di dalam tanah dan jasad itu masih utuh? Is that strange? Ia juga engga menemukan jepit rambut milik ibunya. Is that strange too?

Arang ada di tempat itu. Wajah hantunyaa semakin pucat, ia tau jasad yang tengah dikerubungi oleh para warga adalah jasad dirinya. Eun Oh yang menyadari keberadaan Arang, ia langsung menghampiri Arang.


Eun Oh engga ingin melihat Arang terluka, melihat tubuhnya terkapar seperti itu Arang pasti merasa sangat sakit dan pilu dan Eun Oh engga ingin hal itu terjadi. Eun Oh menghadang Arang dan berkata dengan lembut, "jangan melihatnya." Arang engga berkutik, ia masih terdiam. "Jangan melihat. Jangan melihatnya." ucap Eun Oh saat Arang berusaha untuk mendekati jasad itu.

Tapi, pada akhirnya Arang melihat jasad tubuhnya sendiri, karena tanpa sengaja ahjumma itu membuka anyaman serabut yang menutupi tubuh Lee Seol Rim. Ahjumma membukanya, karena ia ingin melihat untuk terakhir kalinya jasad Lee Seol RIm.


Arang membisu, melihat tubuhnya terkapar seperti itu rasa sakitnya seperti luka yang dibubuhi oleh garam. Poor her. Lidah Arang membeku, kenapa harus ia yang seperti itu. Eun Oh yang melihat hal tersebut merasakan hal yang sama, engga ada yang bisa ia perbuat semuanya sudah seperti ini dan faktanya Arang memang mati dengan cara yang mengenaskan. Seperti yang pernah Eun Oh katakan beberapa waktu lalu, mengenai jasad Arang yang terkapar membusuk sendirian di suatu tempat.

Arang engga bisa menerima semua ini, tanpa berkata apa-apa, Arang menangis dan pergi meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Eun Oh. Eun Oh yang hendak mengejar kepergian Arang, langkahnya terhambat karena kedatangan Joo Whal. Mendengar Joo Whal yang juga datang ke tempat itu, Eun Oh menahan langkahnya dan memperhatikan Joo Whal.

Joo Whal menghampiri mayat Lee Seol Rim dan Ya know, Joo Whal sebisa mungkin menyembunyikan keterkejutannya.  

Arang berlari dan terus berlari. Hey, ini benar-benar sakit. Mendapat kenyataan pahit seperti ini. Tanpa tau siapa jati dirinya yang sebenarnya, kenapa ia bisa mati dalam keadaan mengenaskan, kenapa ia harus menjadi hantu wanita yang bergentayangan dan sama sekali engga mengetahui apapun tentang kehidupan masa lalunya. Arang menangis, menyusuri bukit berbunga sejauh yang ia bisa. Mencoba menjauhi keramaian, mencoba menjauhi kekacauan dan mencoba menjauhi takdir yang sudah ditetapkan.


Arang memikirkan dirinya, bagaimana kehidupannya sebagai hantu selama 3 tahun belakangan ini. Ia harus menahan lapar, berebut makanan dengan para hantu yang lain, berkelahi untuk mendapatkan makanan, dipukuli oleh para hantu-hantu yang lain tanpa ada yang membantunya. Yeap, Arang hantu yang kesepian, ia harus mengatasi semua permasalahannya dengan usahanya sendiri. Engga heran, bela diri random yang ia kuasi, Arang dapatkan dari pengalaman hidupnya sebagai hantu yang kelam. Belum lagi, ia harus menghindari kejaran dari para pengumpul arwah.

Arang terus berlari sampai ia terjatuh. Dan ia masih tetap menangis, meratapi dirinya.


 Raut wajah Joo Whal menyimpan berjuta-juta rasa ketakutan, rasa ketakutan dan keterkejutan yang engga luput dari penglihatan Eun Oh.

Dan pengawal pribadi Joo Whal menyuruh petugas untuk membawa mayat Arang ke kediaman Officer Choi, karena hal ini berkaitan dengan permasalahan keluarga Officer Choi dimana Lee Seol Rim merupakan calon menantu dari Officer Choi maka semua permasalahan akan ditangani oleh keluarga Officer.

Semua petugas bergegas melaksanakan apa yang sudah diperintahkan, tapi pekerjaan mereka terhenti karena penolakan dari Eun Oh. Eun Oh yang menjabat sebagai hakim harus dilibatkan dalam kasus ini. Perannya sebagai hakim engga boleh diremehkan, ini merupakan salah satu kasus yang belum terpecahkan di Miryang. Dan sudah diketahui dengan jelas bahwa kematian Arang ada kaitan dengan kasus pembunuhan. Bila mayat Arang dibawa ke kediaman Officer Choi maka kasus ini akan ditutup begitu saja, tanpa mengetahui motif pembunuhan seperti apa dibalik kematian Arang.

Joo Whal bertanya dengan sinis, siapa sebenarnya Eun Oh. Eun Oh tentu saja memperkenalkan dirinya sebagai hakim yang baru saja menjabat di Miryang. Joo Whal mengerti, hakim Kim ini juga yang mengirimkan surat kepadanya. Joo Whal menjelaskan perihal permasalahan yang terjadi dengan sangat hati-hati, Ayahnya dan dirinya yang akan mengurusi permasalahan ini, karena ia engga ingin permasalahan ini terus menjadi gunjingan para warga. 


Apa Joo Whal mengenai keterkaitan dalam kematian Arang. Joo Whal dan Lee Seol Rim-Arang, memang sudah bertunangan, tapi hubungan mereka hanya sekedar hubungan biasa. Joo Whal hanya pernah bertemu dengan Arang satu kali saja dan Joo Whal sama sekali engga memiliki perasaan apapun pada Arang, jelas Joo Whal pada Eun Oh.
Eun Oh menyuruh Dol Swi untuk mengurusi hal ini, ia memerintahkan petugas untuk membawa mayat itu ke kantor kehakiman agar penyelidikan dapat segera dilakukan. Dan pembicaraan Eun Oh dengan Joo Whal semakin memanas.

 Arang tetap berada di tepi danau itu sampai malam. Ia bahkan engga mempedulikan dirinya yang tertidur di tengah padang rumput. Arang benar-benar letih dengan semua ini.

Di kediaman keluarga Arang, ahjumma yang biasa bekerja untuk keluarga Arang, ia menangis dan mulai membakar barang-barang peninggalan Lee Seol Rim-Arang, satu persatu barang-barang yang biasa Arang gunakan semasa hidupnya, dibakar. Ahjumma itu engga henti-hentinya menangis.

Dari kejauhan, Eun Oh memperhatikan tangisan Ahjumma itu. Ia cemas, kemana Arang pergi ia belum juga pulang.


Dol Swi datang menghampiri dan menanyakan apa yang akan Eun Oh lakukan dengan mayat yang ada di ruang hakim. Dengan ringannya Eun Oh menjawab, tidak tahu.. LOL. Engga bermaksud untuk melepas tanggung jawab, tapi memang Eun Oh benar-benar engga mengetahui apa yang harus ia lakukan. Ia bahkan engga menemukan clue apapun dibalik kematian Arang dan kaitannya dengan keluarga Officer.

Mendengar hal tersebut, Dol Swi kaget. Bagaimana bisa begini? Bagaimana bisa Eun Oh engga memiliki rencana apapun. Seenggak rencana untuk menghindar dari amukan Officer Choi. He. Eun Oh malah berkata, "semua keputusan ada di tangannya (arang), apakah ia ingin mencari siapa yang membunuhnya, membersihkan nama baiknya atau hanya mengubur jasadnya seperti itu saja." 

Arang kembali, kembali untuk melihat jasadnya sendiri. Creepy. Really!! Malam itu, di ruangan itu, Arang masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi mayatnya yang sudah bersih. Arang memperhatikan wajahnya sendiri, kali ini ia mengetahui dan menyadari kalau  wajahnya memang wajah seorang gadis bangsawan. 

Arang duduk di pinggir jasadnya sendiri, air matanya engga henti-hentinya mengalir. Ia berbicara pada dirinya sendiri. Kenapa seperti ini, kenapa nasibmu seperti ini, bagaimaan kau bisa berakhir mengenas seperti ini, kesalahan besar apa yang sudah kau lakukan, kau bahkan tidak mengetahui alasan dibalik semua itu, ungkap Arang pada dirinya sendiri.

"Jadi kau terlihat seperti ini. Matamu terlihat seperti itu. Dan hidungmu Dan mulutmu. Kau cantik. Tapi mengapa kau ada di tempat dingin dan kotor? Mengapa kau hanya berbaring di sana seperti mayat yang meneydihkan? Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini padamu Kenapa kau tidak tahu, bodoh? Kenapa tidak Anda ketahui?" ucap Arang seraya mengusap air matanya.
Semua keputus-asaan itu berubah menjadi ambisi untuk menemukan akar permasalahan dan siapa-siapa yang terlibat dalam kematian dirinya. "Tunggu dan lihat. Aku pasti akan mebersihkan namamu dari semua rumor yang beredar di Miryang dan aku akan menemukan siapa yang telah membunuhmu."

Malam itu juga, di atap, Arang terdiam dan terus memperhatikan bulan. Agar semuanya dapat terkuak, Arang memohon pada raja langit untuk membantunya dan memaafkan semua kesalahannya, Arang bahkan mengakui semua kesalahannya dan ia harap raja langit dapat memaafkan dan membantunya untuk mengatasi permasalahan ini.

Engga ada tanggapan apapun dari raja langit, dan karena kesal, Arang berteriak, kembali memarahi raja langit yang super hot, "Raja langit kau benar-benar kejam apa yang aku lakukan hingga membuatku seperti ini? Kesalahan apa yang sudah aku perbuat hingga aku mendapatkan hukuman seperti ini?!!" Jerit Arang.

Lagi-lagi jeritan itu terdengar sampai ke langit. Dan raja langit yang mendengar hal itu terkejut. Ia dan raja neraka masih tetap memainkan mahyong (or what?? whatever!!), belum ada yang dikatakan menang dan kalah. Karena setiap kali raja langit hendak memainkan serdadunya, ia selalu berpikir keras. Permainan itu seperti pengaturan takdir bagi mereka, setiap kata yang dilontarkan masing-masing pihak selalu berkaitan dengan hal yang terjadi di bumi.


Kali ini Raja Neraka memberitahukan kaisar langit untuk engga menggubris permintaan Arang. "Biarkan semuanya menjadi urusannku. Hukuman akan ditambah karena ulahnya." Lalu dijawab oleh Kaisar langit, bukankah Arang sudah memohon padanya, lagipula kaisar langit sangat baik hati, ia akan mengabulkan beberapa permohonan.


Raja Neraka mengatakan pada Kaisar langit untuk engga bermain-main dengan keseimbangan antara dunia roh dan dunia manusia, karena mereka memiliki keseimbangan yang berbeda. Bila keseimbangan tersebut rusak atau tergores sedikit saja, pada ujungnya, Raja Neraka yang akan membereskan permasalahan tersebut. Hal itu membuat dirinya disebut sebagai malaikat yang baik, sedangkan Kaisar langit menyandang malaikat buruk karena telah merusak keseimbangan yang telah ada, hanya karena belas kasihan pada seorang roh. Kaisar langit hanya tertawa, tawa yang menyatakan bahwa ia akan mengabulkan permohonan Arang.


Eun Oh menunggui jasad Arang, sampai saat ini ia belum juga bertemu dengan Arang dalam rupa hantu. Kemana perginya Arang, pikir Eun Oh. Seharusnya ia sudah kembali dan melihat jasadnya yang sudah bersih seperti ini. Eun Oh membuka perlahan untuk melihat wajah Arang, kemudian menutup kain itu lagi.


Bang Wool masih tetap dengan ritualnya. Ah, ia dikatakan shaman kelas bawah karena ia sama sekali engga hafal dengan mantra-mantra dalam dunia per-shaman-an. Engga diragukan lagi, setiap kali ia melakukan ritual aneh, pasti selalu gagal karena para roh yang diundangnya engga kunjung datang. Sama seperti kali ini, Bang Wool mengucapkan mantra hanya sebagian, dan entah beberapa kali ia harus melihat ke buku mantranya.

Bang Wool seperti mendapat isyarat, karena tiba-tiba cahaya lilinnya mati. Ini pasti pertanda bahwa roh yang tengah diundangnya datang ke tempatnya. Betapa senangnya Ba Wool mengetahui hal itu, matanya menyisir ke seluruh tempat berharap mendapatkan sinyal-sinyal lain dari kedatangan roh tersebut. Ah, sinyal selanjutnya adalah bunyi-bunyian dari berjatuhannya seng. Benarkah? Benarkah kemahiran Ba Wool dalam mengucapkan mantra bisa mendatangkan para roh?

Nope, yang datang bukan roh berpangkat tinggi, tapi Arang. He. Arang datang seraya mengerjai Bang Wool dengan memberikan sinyal-sinyal seperti itu. Saat Arang memanggil Bang Wool, Bang Wool kembali dibuat stress dengan kehadiran Arang.
Bang Wool memang satu-satunya Shaman yang dapat dipercayai, kecuali dari kemampuannya. Arang memilih Bang Wool karena selain Bang Wool begitu polos, ia juga dapat dimintai bantuan walau dengan terpaksa. Yeap, kali ini Arang menemui Bang Wool untuk meminta bantuan padanya. Asaa.. Dengan syarat yang masih sama bahwa Arang engga akan mengganggu Bang Wool lagi setelah Bang Wool membantunya kali ini. Mau engga mau, Bang Wool harus membantu Arang.


Arang dibawa ke sebuah bangunan yang terbengkalai dengan banyak segel-segel misterius tertempel di beberapa tembok dan kayu. Bang Wool mengatakan bahwa tempat ini adalah tempat angker penuh mistis yang dapat membawamu masuk ke dunia lain atau bahkan bertemu dengan roh-roh yang memiliki pangkat tinggi

Ruangan berantakan dan berdebu itu benar-benar membuat Bang Wool takut, suara-suara gonggongan anjing membuat suasana semakin mencekam. Bangunan itu terkunci dengan beberapa balok kayu yang menutupinya, Bang Wool kesulitan membuka gerbang utama, dengan bantuan kekuatan hantu milik Arang, akhirnya gerbang utama terbuka. 


Di tempat lain, di kediaman kehakiman, setelah menjenguk jasad Arang. Eun Oh menyuruh Dol Swi untuk menjaga jasad itu, karena mungkin saja sesuatu akan terjadi. Mendengar hal tersebut, tentu saja Dol Swi enggan, kenapa ia harus menjaga mayat yang engga ia kenal itu. Eun Oh memberikan pujian padanya agar ia mau menjaga mayat Arang.


Eun Oh mengatakan bahwa salah satu tugas dari hakim adalah menjaga keamanan warga Miryang dan kali ini tugas tersebut Eun Oh limpahkan pada Dol Swi, untuk itu Dol Swi dapat dikatakan sebagai hakim Miryang karena dengan menjaga mayat Arang sama artinya dengan menjaga kenyamanan dan keamanan warga. ke ke. Dol Swi mengaga, benarkah? Dol Swi benar-benar termakan ucapan Eun Oh. 

Di kediaman Joo Whal. Joo Whal tengah memandangi bulan di langit. Ia selalu melakukan hal ini, dipandangi bulan seperti sebuah harapan, dipandangi dan kemudian berharap. Ayah Joo Whal-Officer Choi datang menghampiri Joo Whal. Ia menyindir perkara jasad Arang yang berada di kediaman Hakim Kim Eun Oh dan kegagalan Joo Whal dalam mengatasi permasalahan ini.

Seharusnya mudah bagi Joo Whal, ia hanya tinggal mengambil dan membawa jasad Arang dari Hakim Kim tapi permasalahan seperti itu saja, Joo Whal gagal. Officer Choi akan membantu Joo Whal dalam mengambil kembali mayat Arang, ia akan memberikan pelajaran bagi Joo Whal bagaimana seharusnya mengatasi permasalahan seperti ini. Tapi tentu saja, bantuan Officer Choi ini adalah pertolongan yang diberikan untuk yang terakhir kalinya.

Officer Choi menyuruh beberapa pengawalnya untuk membereskan hal ini, menculika tau mengambil paksa mayat Arang dari kediaman hakim Kim. Aish! Dengan membawa obor, masing-masing dari mereka berlari cepat berkejaran dengan waktu.


Bangunan itu benar-benar bangunan tua yang engga pernah disenggahi oleh siapapun. Kayu-kayu penopangnya lapuk dan mudah runtuh, engga heran tempat itu diangkerkan oleh warga Miryang. Bang Wool menunjukkan gerbang yang dipenuhi dengan segel misterius. Segel bergambar tengkorak tersebut ternyata dapat menyakiti hantu seperti Arang saat menyentuhnya. Tapi bagi manusia, segel tersebut hanya segel kuning bermantra biasa yang dapat disentuh bahkan dirobek.

Bang Wool menyiapkan segalanya. Bila akan membuka gerbang ke dunia lain maka ia harus menyiapkan simbol bunga besar yang merupakan lawan dari simbol bunga besar yang terdapat di gerbang.

Bang Wool membaca baik-baik instruksi yang terdapat di buku primbon magicnya. Bang Wool mencari gerbang dengan simbol bunga yang sesuai dengan ketentuan yang terdapat di buku. Sampai ia menemukan gerbang itu, Bang Wool lalu membuka gerbang dengan paksa dengan terlebih dulu merusak segel kuning yang tertempel.

Gerbang terbuka dan sebuah simbol bunga besar di temukan di sana. Itu adalah sebuah portal, portal yang memiliki kekuatan besar yang dapat menarik roh-roh masuk ke dalamnya. Sekali mereka masuk ke dalam sana maka sangat sulit bagi para roh tersebut kembali. Maka dari itu, Shaman tertinggi menyegel portal dengan segel bermantra.Bang Wool menyiapkan kain bersimbol bunga sebagai penangkal, penangkal yang dapat menutup portal itu kembali bila saatnya tiba.

Satu tujuan Arang datang ke tempat ini, adalah untuk bertemu dengan Moo Young. Untuk memancing Moo Young datang, Arang sengaja melakukan hal yang jahat pada Bang Wool, karena saat seorang hantu melakukan kejahatan pada seorang manusia maka para pengumpul roh akan datang memberikan hukuman. Arang meniup wajah Bang Wool, dan dalam waktu seketika, wajah Bang Wool dipenuhi dengan bintik-bintik benjolan besar bernanah. Iugh.

Arang meminta maaf sudah melakukan hal itu. Ia melakukannya karena terpaksa, lagi pula mungkin ini menjadi pertemuan terakhirnya dengan Bang Wool. Arang akan kembali ke alam baka, mendengar hal tersebut Bang Wool benar-benar senang, berarti ia engga harus bertemu dengan Arang lagi.

Benar saja, Moo Young yang sedari tadi ditunggu akhirnya datang. Ia datang dan siap untuk menangkap Arang. Tapi Arang mengucapkan niatnya bahwa ia ingin bertemu dengan raja langit, "Aku ingin bertemu dengan raja langit." Permintaan tersebut jelas saja ditolak oleh Moo Young. Kali ini Arang memberikan kode pada Bang Wool yang tengah bersembunyi di balik sebuah kayu besar. Kodenya adalah "Si tua itu." Kode ini sebenarnya merupakan panggilan Arang pada Kaisar Langit. LOL. Saat Arang mengucapkan kata "Si tua itu" maka Bang Wool harus sesegera mungkin membuka portal yang telah disiapkan.

"Tidak, bagaimanapun juga, aku harus bertemu dengang SI TUA ITU." ucap Arang dengan menekankan kata si tua itu. Whaat? Karena ketakutan, Bang Wool engga juga membuka portal. Arang harus mengucapkan kode tersebut beberapa kali, sampai akhirnya, Bang Wool membuka portal dengan ketakutan yang amat sangat.

Portal terbuka dan.... Moo Young langsung tersedot oleh aliran udara kuat yang keluar dari portal tersebut, bukan hanya Moo Young tapi Arang juga. Moo Young berhasil berpengangan pada kedua pilar portal, sedangkan Arang, ia bertabrakan dengan tubuh Moo Young. Dalam keadaan genting tersebut, yang Arang katakan adalah agar Moo Young memperbolehkannya bertemu dengan Kaisar langit.

Aliran udara yang semakin kencang membuat Moo Young engga lagi bisa menahan kedua tangannya, tapi ia sebisa mungkin menahan dengan sekuat tenaga. Arang merupakan hantu yang bila masuk ke dalam lubang tersebut maka ia akan menghilang, sedangkan Moo young, Moo Young masih memiliki urusan lain dan bila ia harus masuk ke portal hitam tersebut maka semua tugas-tugasnya akan terbengkalai.



Di kerajaan langit, seraya bermain mahyong, kaisar langit memutuskan takdir yang harus diterima oleh Arang. Obsesi kemenangan raja neraka terhadap permainan mahyong itu benar-benar membuat Kaisar langit memutar otak. He. Kaisar langit hampir saja memenangkan permainan, lalu dengan segan Raja Neraka memintanya untuk memundurkan serdadu agar kali ini Raja neraka dapat memenangkan permainan itu.

Okay Kaisar Langit akan membiarkan Raja memenangkan permainan itu hanya dengan satu syarat, "Lalu apa yang akan kau lakukan padaku?" tanya Kaisar langit seraya tersenyum, mengetahui bonus besar yang akan ia dapat dari membiarkan Raja Neraka menang. Dengan geram, Raja Neraka memanggil nama Moo Young dan memberikan perintah bahwa ia-sebagai Raja Neraka menyetujui Arang untuk menemui Kaisar langit dan Raja Neraka. Haha.
Mendengar perintah seperti itu, Moo Young mengizinkan Arang untuk menemui Kaisar Langit. Arang lalu menyuruh Bang Wool untuk menutup portal hitam dan keduanya selama dari hisapan lubang hitam penuh magic itu.

Di tempat lain, Eun Oh. Ia cemas mencari keberadaan Arang. Di bukit, di hutan, di pinggiran danau, engga ada satupun isyarat bahwa Arang ada di tempat tersebut.

Selagi Eun Oh mencari Arang, di belahan hutan yang lain, Arang tengah mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh Moo Young. Arah jalan untuk bertemu dengan kaisar langit.


Bertepatan dengan hal tersebut, Eun Oh mencarinya dan terus mencari keberadaan Arang, "Kau dimana, amnesia??" ucap Eun Oh dengan cemas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar