Rabu, 05 Desember 2012

Sinopsis Arang and The Magistrate Episode 1




Alkisah dimulailah cerita dengan legenda-legenda kuno. Mengenai perbatasan dunia antara hantu dan manusia yang telah retak dan mengenai manusia yang engga memiliki kemampuan untuk melihat hantu, begitu juga sebaliknya, hantu dapat melihat manusia.

Legenda yang membawa kita menemui KIM EUN OH yang tengah tertidur membayangkan sesuatu yang sama engga ingin ia bayangkan. Eun Oh engga sendirian, pelayannya yang setia-Dol Swi menemaninya.


Mereka tengah dalam perjalanan menuju Miryang, sifat Eun Oh yang engga bisa menetap di satu tempat saja membuat Dol Swi pun mengikuti jejaknya. Mereka berhenti sejenak karena  Dol Swi hendak membuang air kecil, bukannya malah mengawasi hantu tapi Eun Oh malah tertidur, protes Dol Swi.

Di tempat yang sama di pedalaman hutan yang paling dalam, Arang mencoba mengumpulkan tenaganya. Ia membenahi rambut dan berlari (you mean fly?) melawan angin. Dengan memanfaatkan angin dan kekuatan hantunya, ia terbang. ekk.


Arang mencoba menghentikan segerombol hantu yang tiba-tiba saja muncul dan mengganggu manusia. Hantu-hantu Ahjusshi itu muncul dan mencoba merasuki dua penjaga kereta kuda.  Belum berhasil melakukan niatnya jahatnya, segorombolan Ahjusshi hantu tertegun saat melihat kedatangan Arang. Hey, wanita manis yang tergolong bangsa hantu ini engga memiliki wajah pucat sepucat hantu-hantu ahjusshi lainnya, Arang benar-benar terlihat seperti manusia.

Arang kesal dan geram melihat perbuatan para ahjusshi hantu itu dan membiarkan pukulan tangannya melayang menghantam para ahjusshi hantu. Para hantu ahjusshi itu seharusnya menunggu perintah darinya bila mereka hendak mencuri barang-barang. Arang is a boss. LOL.
Siapa sangka, Arang meninju hantu-hantu seniour. Ha.






Engga berapa lama kemudian, keadaan bertambah genting. Kegentingan yang membuat Arang sendiri engga berani berkutik, kedatangan segerombolan utusan dari neraka yang mencoba mengumpulkan arwah-arwah yang bergentayangan di bumi.


Kedatangan 3 utusan dari neraka itu membuat Arang tersungkur, ia benar-benar ketakutan. Sebagian dari para ahjusshi hantu terperangkap ke dalam jaring yang dilemparkan oleh utusan dari neraka. Sedangkan sebagian lagi berhasil melarikan diri, termasuk Arang. Arang berlari dari Moo Young yang mencoba mengejarnya. Sedangkan beberapa hantu Ahjusshi yang lain gagal menyelamatkan diri mereka karena kekuatan mereka engga sebanding dengan para utusan dari neraka.
Berjalan di tengah malam di tengah hutan berantara membuat Dol Swi bergidik ngeri, pasalnya ia mempercayai beberapa rumor yang menyebar mengenai hantu-hantu yang bergentayangannya. Terlebih di daerah seperti Miryang. Miryang terkenal sebagai wilayah angker, untuk para hakim, masuk ke wilayah Miryang sama saja dengan membunuh dirinya sendiri.
Apa Eun Oh yakin kalau Miryang adalah tempat terakhir dimana ibunya menetap? tanya Dol Swi dalam kekhawatiran dan ketakutan terhadap rumor yang baru saja ia ceritakan.
Dol Swi mencoba berlindung di balik punggung Eun Oh. Eun Oh yang berjalan dengan lenggangnya bergumam kalau di dunia ini engga ada tuh yang namanya hantu. Wow! Siapa sangka, Eun Oh bakal jadi orang pertama yang menemui hantu-hantu tersebut.



Eun Oh mengejutkan Dol Swi dengan menakut-nakutinya, Eun Oh berteriak bahwa ada hantu dibalik tubuh Dol Swi. Dol Swi ketakutan setengah mati, dan Eun Oh  malah tertawa terbahak. Paboo, Eun Oh.

Eun Oh menyusuri jalan setapak yang tanpa sengaja pun tengah disusuri oleh Arang. Entah bagaimana, Eun Oh bisa mendengar gemerisik dedaunan dan suara-suara gaib yang sama sekali engga didengar oleh Dol Swi. Hey, ia mendengar sesuatu yang real, sampai tiba saatnya Arang berlari ke arahnya. Haha..


Eun Oh melihat kedatangan Arang tanpa mengedip. Ia menggenggam erat kipas yang tengah ia bawa, mencoba menenangkan dirinya. Tapi, Arang benar-benar nyata. Arang berlari tepat di depan mata kepala Eun Oh, dan Eun Oh hanya memejamkan mata tanpa bergeming.
 Terlebih saat senjata dari utusan neraka yang mengarah kepada Arah, melintas tepat di depan matanya.

Eun Oh hanya terdiam dan memperhatikan dengan semua kesadaran yang ia miliki. Sedangkan, Arang, ia kembali tersungkur karena senjata milik utusan neraka berhasil mengenai punggungnya. Tanpa bergeming, Eun Oh membiarkan Arang dan utusan dari neraka begitu saja. Eun Oh pergi meninggalkan mereka, tanpa mau terlibat mengenai apapun permasalahan yang tengah mereka hadapi.

Moo Young-sang utusan dari neraka itu engga secara brutal menangkap Arang, ia membiarkan Arang mengatakan apa saja yang ia ingin katakan. Arang mencemooh Moo Young, bagaimana bisa pemimpin dari pengumpul arwah yang diutus dari neraka mengejar seorang hantu rendah seperti Arang, ucap Arang. Ini memang kesalahan Moo Young, karena kecerobohan Moo Young, Arang bisa melarikan diri saat hendak ditangkap.


Moo Young menjawab bahwa semua akan membayar apa yang telah mereka perbuat, dan salah satunya adalah Arang yang harus mematuhi perintah kematian. Ia seharusnya mati dan engga lagi bergentayangan di bumi.



Tapi diakhir pembicaraan, Moo Young mengeluarkan senjata tali pengikat merah yang beberapa waktu lalu ia pergunakan untuk menjerat leher para ahjusshi hantu. Tapi Arang memiliki taktik sendiri. Ia berpura-pura merasakan sakit di bagian jantungnya, dan BAM.. Arang mengeluarkan kelopak-kelopak bunga putih yang ia lemparkan ke arah Moo Young.
 
Kelopak-kelopak bunga putih yang dilemparkan oleh Arang itu berhasil melukai kulit Moo Young dan Arang berhasil menghilang. Aksi melarikan diri Arang membuat Moo Young gempar, ia memanggil Arang dengan penuh amarah. Dan suara geraman Moo Young itu dapat didengar oleh Eun Oh. 


Entah Eun Oh menyembunyikan rasa takutnya di bumi bagian mana, karena ia sama sekali engga bergidik ketakutan mendengar suara gaib itu. Suara geraman Moo Young tiba-tiba saja membuat hujan turun deras. Hal itu membuat Eun Oh dan Dwol Shi menetap sementara di gubuk tua yang terdapat di dalam hutan tersebut.


Kyah. Arang pun harus basah kuyup karena derasnya hujan. Letihnya membuat nafas Arang terengah-engah dan ia mengomel saat melihat telapak tangannya terluka karena goresan-goresan bunga peach. "Kau pikir kau segalanya!!" omel Arang. Omelannya sampai terdengar ke kerajaan langit ke 7. LOL.


Di kerajaan langit ke-7 tepatnya disurga, Raja neraka mengunjungi Kaisar Langit. Apa yang dilakukan dua orang yang memiliki tahta penguasa bumi? Bermain Mahyong (Is that Mahyong? Sort of :p). Omelan Arang yang berasal dari bumi memekakan telinga kaisar langit, "seseorang pasti tengah memakiku!" Tapi permaina mahyong masih tetap berlangsung.



Sekarang giliran Raja Neraka yang mendapat giliran untuk memajukan mahyongnya, Kaisar Langit sama sekali engga mempedulikan permainan itu karena jiwanya terpaku pada pelayan surga nan cantik yang datang membawakan minuman untuknya dan Raja Neraka. Ppfft.. Seperti lebah melihat madu, Kaisar Langit mencoba menggoda pelayan surga cantik itu.



Malangnya, rayuannya.. krrrt.. keampuhan rayuan Kaisar Langit diragukan. ke.. ke.. ke.. Kaisar langit memuji potongan rambut baru pelayan cantik itu, tapi ternyata pelayan cantik itu sama sekali engga memotong rambutnya. Dari ribuan, ratusan dan jutaan tahun yang lalu potongan rambutnya memang selalu seperti itu. Haha.


Permainan Mahyong berlanjut, dan saat Kaisar Langit membidik permainan tepat dan ia menang, Raja Neraka benar-benar marah. Kekalahan Raja Neraka yang membuat Kaisar langit sedikit bergidik ketakutan. Haha.


Untuk menenangkan dirinya dari amukan Raja Neraka, Kaisar Langit nan hot dan anggun mengunjungi taman langit. Bunga-bunga cantik dan pffftt.. seekor kambing berhias bunga membuat Kaisar Langit berfilosofi.


Kaisar langit bergumam, kalau ia benar-benar engga bermaksud untuk mengalahkan raja neraka dalam permainan mahyong itu, raja neraka saja yang selalu perhitungan terhadap segala hal, bukankah ada hal yang keluar dari perhitungan? ucap Kaisar langit seraya tersenyum. Cute.
Di sisi lain, Eun Oh yang tengah berteduh terus menerus mengingat kejadian di saat ibunya pergi meninggalkannya.

Flashback :
 Oh, Ibu yang melahirkan Eun Oh ternyata seorang budak (or shaman)? Am I right? Interesting. Eun Oh berpikir keras kalau penyebab dari kepergian ibunya adalah karena dirinya.


Eun Oh selalu ingin tinggal bersama ibunya yang seorang budak, ia sama sekali engga ingin tinggal bersama sang ayah yang merupakan seorang bangsawan. Tapi Ibu Eun Oh tetap memaksa Eun Oh untuk meninggalkannya dan menjadi bangsawan, Eun Oh menolak, ia sangat ingin tinggal bersama ibunya. Kesal dengan sifat keras kepala anaknya, Ibu Eun Oh menampar Eun Oh.
Karena rasa bersalah telah membuat Eun Oh sakit karena tamparannya, Ibu Eun Oh pergi begitu saja tanpa jejak.
End Flashback


Kembali ke bumi, Arang berlarian mencoba menghindari hujan dengan menggunakan daun talas lebar (Is that?? what?? Talas? Sorf of :p) Sampai akhirnya, Arang menemukan gubuk tua yang JUGA ditemukan oleh Eun Oh. Arang masuk ke dalam gubuk itu dengan menembus pintu tanpa harus mengetuknya. Seperti melihat emas, Arang bergirang ria karena ia menemukan api unggun.

Api Unggun itu berhasil menghangatkannya, tapi pakaian Arang yang basah kuyup membuatnya mengoceh engga karuan. Arang berbicara pada dirinya sendiri, selagi Eun Oh mematung karena berusaha untuk menghindari tatapan Arang. Arang mengomentari dirinya sendiri, sudah menjadi hantu tapi tetap saja basah karena hujan. haha.




 Eun Oh masih tetap terdiam melihat kedatangan Arang, terlebih saat Arang mencoba membuka bajunya untuk mengeringkan diri, Eun Oh terbelalak. Hampir saja Arang membuka seluruh bajunya, kalau ia engga menyadari tatapan terbelalak dari mata Eun Oh. Arang menutup kembali pakaiannya dan mengira-ngira, apa Eun Oh benar-benar bisa melihatnya?


Karena penasaran, Arang mendekatkan wajahnya, wajah Arang dan Eun Oh hanya berjarak beberapa senti meter dan hal itu membuat Eun Oh semakin gugup dan terpaku. Apa yang harus ia lakukan? Akan kacau jadinya kalau Arang tau dirinya bisa melihat wujud hantu Arang.


Untuk memastikan apakah Eun Oh bisa melihatnya atau tidak, Arang memencet pipi Eun Oh, kenyal dan bersinar biru.. Hhaha..



Belum cukup? Arang meniup-niup mata Eun Oh. Oh God, thanks dengkuran tidur dari Dol Swi mengagetkan Arang.


Arang meyakini dirinya kalau Eun Oh memang benar-benar engga bisa melihatnya. Dengan keyakinan itu, Arang mencoba mencurahkan semua isi hatinya, I mean she tells a story about her life. Arang mencoba menceritakan tentang kematian yang aneh. Ia menceritakan hal itu, tanpa menyadari kalau Eun Oh tengah mendengarkannya.

Arang memulai ceritanya mengenai dirinya yang tiba-tiba saja diikat dengan tali merah dari neraka, dan seseorang menunjukkan jalan kemana ia harus pergi.



Tapi entah kenapa, ikatan tali itu lepas perlahan demi perlahan, Arang yang terdiam mencoba mengambil kesempatan untuk melarikan diri. Semua ini kesalahan Kaisar langit, keluh Arang.
Eun Oh benar-benar terusik dengan cerita yang Arang ceritakan. Berada di posisi aneh seperti itu, pikiran

Eun Oh menyuruhnya untuk mengabaikan Arang dengan menidurkan diri. Arang kesal, ia mengomel kalau cerita yang ia ceritakan belum selesai, kenapa Eun Oh malah tertidur, bukannya mendengarnya apa yang akan Arang ceritakan? Eun Oh enggan mendengarkan cerita hantu seperti itu.


Melihat Eun Oh memejamkan matanya, Arang pun ikut berbaring di samping Eun Oh. Mereka tertidur bersebelahan dan that's cuuuute.



Arang memperhatikan siluet wajah Eun Oh yang manis dan pefect, Arang tersenyum dan mengucapkan selamat malam. Arang tertidur pulas tepat disamping Eun Oh, entah kenapa Eun Oh berdebar-debar dan untuk menyembunyikan rasa gugupnya, Eun Oh membalikkan diri dan tidur berlainan arah dengan Arang.




Pagi harinya, embun sisa hujan benar-benar membuat perasaan Eun Oh membaik. Setelah kejadian hantu gila semalam, kepergian Arang membuat Eun Oh berpikir kalau semalam hanyalah mimpi belaka. Eun Oh dan Dol Swi menuju ke tempat keramaian.


Mereka memasuki gerbang kota dan tiba di sebuah pasar. Yang kali itu hiruk pikuk pasar bertambah karena kedatangan bangsawan kaya raya yaitu OFFICER CHOI dan putra angkatnya JOO WHAL.

 
Kebangsawanan mereka membuat penduduk kelas rendah disingkirkan oleh para pengawal lebih parahnya saat ada seorang penduduk yang menghampiri rombongan Officer Choi, bukan mendapat pertolongan, penduduk tersebut malah terkena amukan dari beberapa pengawal Choil.
Di tepi jalan, Eun Oh dan Dol Swi memperhatikan keadaan tersebut. Dol Swi menceritakan betapa kaya rayanya keluar Officer Choi sehingga penduduk sangat menghormati dan menyembah mereka. Eun Oh benar-benar engga ingin ambil pusing dengan sikap jahat Officer Choi, karena semua orang punya masalahnya masing-masing.


Masalah Eun Oh kali ini adalah.. Ia tengah diperhatikan oleh beberapa hantu atau roh yang bergentayangan di pasar tradisional itu (Is there any PASAR MODERN? Lol me.) Eun Oh mencoba mengalihkan pandangannya mencoba untuk engga mengadakan kontak mata dengan para hantu.


Seperginya rombongan bangsawan officer Choi, Eun Ho dan Dol Swi melanjutkan kembali perjalanan mereka. Dol Swi terus saja mengoceh tentang kebangsawanan officer Choi.  Dol-swe mengatakan bahwa mereka sedang membangun sebuah istana, dan di atas sungai pada saat itu. Ini menyebabkan penduduk sedih karena mereka harus membayar double mengenai pajak yang dikenakan pemerintahan saa itu. Eun-oh hanya bertanya-tanya bagaimana Dol-swe selalu tahu apa yang terjadi.

 
Dan saat mereka berada di persimpangan jalan, Eun Oh menyuruh Dol Swi untuk pergi mendahuluinya, tanpa mengatakan alasan apapun, Eun Oh pergi belainan arah dengan Dol Swi. Saat menyadari tuannya pergi tanpa dirinya, Dol Swi benar-benar shock.



Pergi kemana Eun Oh tanpa Dol Swi? Ada hal yang sangat mengganggunya, para hantu keluarga yang beberapa saat tadi menatap ke arahnya, saat ini mereka terus saja mengikuti Eun Oh. Di tempat sepi penduduk, Eun Oh melampiaskan kekesalannya. Kenapa para hantu itu terus saja mengikuti Eun Oh? Karena Eun Oh adalah satu-satunya orang yang bisa melihat mereka, Eun Oh bisa melihat para hantu itu, maka dari itu, para hantu meminta bantuan Eun Oh untuk menyelidiki perihal kematian anak perempuannya.



Eun Oh engga menggubris, atas dasar apa Eun Oh membantu para hantu? Apa hanya karena ia dapat melihat para hantu tersebut, lalu Eun Oh terbebani dan mulai membantu mereka? Engga, Eun Oh memiliki hal lain untuk dikerjakan, hal yang terpenting dalam hidupnya adalah menemukan kembali ibunya yang hilang. Eun Oh pergi begitu saja meninggalkan para hantu.



Dan...pfft.. seseorang memperhatikan Eun Oh dari kejauhan. Di sana. Di atap rumah berserabut, Arang memperhatikan Eun Oh. Arang bergumam kesal karena semalam ia berhasil dibodohi oleh Eun Oh, jelas-jelas Eun Oh bisa melihat dirinya tapi kenapa ia berpura-pura engga bisa melihat Arang? he..


Eun Oh menemui seorang pelayan dari sebuah rumah penginapan, ia menanyakan keberadaan ibunya. Apakah ibunya pernah kedatang ke sini? Ibunya pernah menetap sementara di penginapan itu.


Arang yang penasaran dengan Eun Oh pun ikut mengikuti Eun Oh. Risih karena diikuti oleh Arang, Eun Oh memegang kesal tangan Arang. Ada hak apa Arang mengikuti Eun Oh? Arang malah bertanya dengan penuh antusias, siapa yang tengah dicari Eun Oh? Apakah Eun Oh mencari ibunya? BAM.. Jawabn Arang 100% benar.

 
Dari mana Arang tau kalau Eun Oh tengah mencari ibunya? Karena hal itu terlihat jelas di wajah Eun Oh, wajah seorang anak yang kehilangan ibunya. Pfft.. Arang mencoba mengolok-olok Eun Oh, "Dengan sekilas saja, wajahmu itu adalah wajah seorang anak yang kehilangan ibunya."
"Apa?! Apa kau ingin mati?" balas Eun Oh dengan geram.
"Bukankah aku sudah mati?" jawab Arang.
Haha.


Arang mengerti kalau mungkin Eun Oh merasa risih karena akan ada banyak hantu yang meminta pertolongannya.


Eun Oh pun bertambah geram saat Arang mengungkit kejadian semalam mengenai mereka yang tanpa sengaja tidur bersama. Haha.. Eun Oh panik, ia merasa kalau mereka memang tidur bersama tapi hanya tidur, itu sajah.


Di sisi pasar, Dol Swi tengah memperhatikan mengenai pengumuman pengangkatan jabatan yang terpampang di dinding sebuah toko.




Sedangkan Arang, ia masih membuntuti Eun Oh dan kini mereka berjalan berdampingan. Well, siapa sangka kalau hantu takut pada kacang merah. Alkisah sebuah cerita jaman dahulu menceritakan bahwa salah satu hal yang ditakuti hantu adalah kacang merah, bukan bawang putih atau kemenyan (?). Nah, dari situ, Eun Oh berinisiatif untuk mengusir Arang dengan menggunakan kacang merah.


Eun Oh melemparkan kacang merah ke arah Arang, tapi ia mengurungkan niatnya, ia hanya melemparkan ke arah yang engga beraturan hingga engga mengenai arang. dan dengan bangganya Eun Oh tertawa keras saat melihat Arang ketakutan. Engga ada efek yang berarti dari dilemparkannya kacang merah ke arah Arang, tubuh Arang engga terkena luka apapun hanya rasa kesal yang Arang rasakan pada Eun Oh.

Eun Oh engga bisa membantu apapun, karena ia bukan seorang hakim. Jadi, bila Eun Oh menjadi salah satu hakim maka ia akan membantu orang-orang yang benar-benar memerlukan bantuannya. Arang: "Jadi kalau kau menjadi hakim, apa kau akan membantuku mencari tau siapa dan alasan kenapa aku mati?"


 Eun Oh malah mencemooh, "Jika AKU menjadi hakim? Tentu. Jika AKU menjadi hakim, AKU akan membantumu." ucap Eun Oh seraya berjalan pergi. Mendengar hal itu, Arang tersenyum "ia sudah berjanji..." Baiklah, Arang akan membantunya untuk menaikkan pangkanya menjadi seorang hakim, Arang tersenyum dengan idenya sendiri.


Di rumahnya, Officer Choi memberikan mandat pada Joo Whal bahwa bagaimanapun dan apapun caranya, pangkat Joo Whal harus naik dan salah satu caranya adalah dengan menghilangkan ancaman-ancaman yang ada, saingat Joo Whal yang dimaksud Officer Choi kali ini. Joo Whal harus mengalahkan dan menyingkirkan para pesaingnya, dengan cara apapun. Dan mereka juga harus menemukan wanita itu? wanita itu? I know, mereka juga mencari Ibu Eun Oh! I TOLD YOU, IBU EUN OH ADALAH SEORANG SHAMAN TERTINGGI. yeah, may be I am wrong :p



Bang Wool yang membuka praktek peramalan nasib abal-abal, mendapat sentakan dari pasiennya. Bang Wool diomeli karena semua ramalannya ternyata salah, dan untuk ganti rugi, pasien itu meminta untuk dikembalikan kemblai uang yang telah dibayar.


Bang Wool menangis meratapi nasibnya, ia hanya seorang Shaman kelas teri. Hanya bisa mendengar suara-suara gaib tanpa bisa melihatnya. Seketika itu juga, Arang yang datang dengan terkekeh melihat keadaan Bang Wool yang sangat menderita. Kedatangan Arang membuat Bang Wool terkejut dan ia kembali meratapi nasibnya.



Arang mengolok-olok Bang Wool mengenai kekuatannya yang belum juga bertambah. Bang Wool takut mendengar suara Arang, mengetahui ketakutan seperti itu, Arang menggunakan Bang Wool untuk membantunya agar Eun Oh dapat menjadi hakim.

Well, rencana Arang bisa dibilang berhasil karena Bang Wool menjalankan semua yang dikatakan Arang dengan baik dan benaaaar. Langkah awal untuk menjadikan Eun Oh sebagai hakim adalah dengan menjadikannya sebagai hakim palsu. Bang Wool menemui tiga orang yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah.

Ketiga orang ahjusshi itu tengah mengeluhkan keadaan wilayah mereka yang engga memiliki seorang hakim. Ha. Entah bagaimana, para hakim itu mengundurkan diri atau mati saat ditugaskan untuk  menghakimi dan mengadili kejahatan yang ada di wilayah itu.

Kedatangan Bang Wool yang misterius dan penuh kehororan membuat ketiga ahjusshi itu ketakutan. Seketika Bang Wool menampakkan diri, ia bersujud dan meminta maaf karena keenggak sopanannya tadi. Tapi. Saat Bang Wool membawa berita mengenai, adanya seorang hakim yang tengah berada di wilayah ini. Ketiga ahjusshi tersebut bersemangat. Bersemangat untuk menculik dan memaksa Eun Oh untuk menjadi hakim di wilayah mereka. hahaha..



Berhasil diculiklah Eun Oh. Ia diikat dan dikurung disebuah kamar. Seluruh badannya diikat kuat, Saat berteriak agar dibukakan ikatannya, para pembantu Hakim itu malah memuja-muja Eun Oh. Mereka benar-benar masuk perangkap Arang, dan benar-benar menganggap kalau Eun Oh itu merupakan seorang hakim asli. kekeke..



Tapi, engga lama kemudian. Eun Oh bisa merasakan kehadiran Arang. Hembusan angin aneh yang perlahan memadamkan lilin menandakan kedatangan Arang. Kesal dengan semua ini, Eun Oh memanggil Arang dan menyaringkan suaranya agar Arang menampakkan diri.

Dengan dramatis, Arang menampakkan diri. Ia muncul dari atap dengan kepala berambut panjang engga beraturan muncul perlahan demi perlahan. Histeris? Takut? Engga ada di dalam otak Eun Oh. Eun Oh malah geram dan mengancam kalau Arang tetap bergelantungan seperti itu, maka Eun Oh akan menjambak-jambak rambutnya.


 Hahaha.. Arang membayangkan rambutnya dijambaki oleh Eun Oh. Cute.



Arang menyembunyikan rasa takutnya pada Eun Oh. He. Eun Oh memang terlihat benar-benar kejam. Eun Oh meminta Arang untuk melepaskan ikatan tali yang membelenggu tangannya. Arang ragu, apa Eun Oh akan melemparkan kacang merah ke arahnya lagi? Eun Oh menjawab engga. Akhirnya dengan ragu, Arang melepaskan ikatan itu.

Arang mengganti logat bicaranya dengan logat kebangsawanan, bahwa Eun Oh harus menepati janjinya. Janji apa? Eun Oh sama sekali engga mengingat, pernah membuat janji apa ia pada Arang. Arang menjelaskan, mengenai membantunya untuk menemukan kembali identitas diri Arang setelah Eun Oh menjadi hakim.

Dengan kesal, Eun Oh menjawab, apa Arang harus membunuh semua hakim agar mereka dapat membantu Arang? Mereka bukan mati karena dibunuh Arang, tapi karena ketakutan melihat Arang yang ternyata seorang hantu.

Hakim pertama, ia mati karena ketakutan setelah mendengar dan melihat Arang dalam perwujudan hantu.
Sedangkan hakim kedua, melihat setengah badan dari Arang membuatnya terkenal serangan jantung dan endingnya hakim itu mati.


Yang terakhir, seorang hakim berpenampilan gagah berani dengan pedang dan mencoba menantang Arang, tapi pada akhirnya setelah melihat setengah kaki dari Arang, hakim itu pingsan.



Jadi permasalahannya adalah, Arang engga bisa meminta bantuan pada siapapun karena ia adalah seorang hantu. Dan kebanyakan manusia normal pada umumnya, sangat menakuti terjadinya penampakan hantu. Well, Eun Oh is not normal :D

 
Belum juga tersentuh dengan apa yang dikatakan Arang, kali ini Arang memasang wajah memelas dan menangis. Ia mengatakan pada Eun Oh kalau dirinya juga kehilangan ibu sama seperti Eun Oh, dirinya juga sangat merindukan keluarganya sama seperti Eun Oh. Ha. Menangis engga juga meluluhkan hati Eun Oh, Arang hanya bergumam geram karena Eun Oh benar-benar keras kepala.



Joo Whal menatap langit yang berbulan purnama. Beberapa gadis yang melewatinya berkata mengenai mitos buruk yang akan terjadi pada saat bulan purnama. Mereka berbicara bahwa saat ini adalah bulan Yoon-dal, yang artinya adalah bulan busuk, dan legenda mengatakan bahwa saatnya ketika surga kehilangan kendali pada kematian, maka hal yang terjadi mengenai orang-orang yang mati tersebut masih dipertentangkan apakah mereka semua itu mati atau masih hidup.



Pagi harinya, tiga ahjusshi yang bertanggung jawab atas terjadinya penculikan pada Eun Oh datang mengunjungi ruang tempat dimana Eun Oh dikurung. Mereka membawa peti mati, mengira bahwa Eun Oh bernasib sama seperti hakim-hakim yang lainnya, yaitu mati setelah dihatui oleh Arang. Tapi, prediksi mereka salah. EUN HO HIDUP.
Eun Ho menendang pintu dan membuat ketiga ahjussi itu terkejut setengah mati. Bagaimana bisa, Eun Oh masih hidup? Apa Eun Oh bukan manusia? Pikir Para Ahjusshi.


Dol Swi berlari menghempas semua orang yang ada dihadapannya, saat ia mendengar kematian Eun Oh. Dol Swi benar-benar terkejut, dengan sepenuh jiwa dan raganya ia akan menyelamatkan tuannya. Dol Swi berlari dan berhasil menemui Eun Oh yang tengah duduk santai. Betapa bahagianya Dol Swi saat melihat Eun Oh masih hidup.
Dikira sudah mati seperti itu, membuat Eun Oh kesal. Memang siapa dirinya, bisa mati begitu saja, dia adalah Eun Oh, ia engga akan mati dengan semudah itu. keke.. Para Ahjushi yang menculiknya meminta maaf dan mengagung-agungkan Eun Oh. He.

Di rumah Bang Wool, Arang tengah makan bersama Bang Wool. Mereka makan sesuatu, seperti sesajen yang manusia dan hantu bisa memakannya secara bersamaan. Arang harus terlihat cantik, untuk itu ia membutuhkan perlengkapan kecantikan seperti hanbok baru, lipstik dan sepatu. Tapi dari mana ia mendapatkan uang untuk membeli semua itu, pikir Bang Wool. He.


 Bang Wool benar-benar jatuh bangkrut, sama sekali engga memiliki uang. Waiit.. Mencuri. Bagaimana kalau mencuri sesuatu yang tengah dibutuhkan, bukankah hal itu engga membutuhkan uang? Saran Arang.


Dengan keterpaksaan, Bang Wool melakukan apa yang dikatakan Arang, karena Arang berjanji bahwa setelah ini Arang engga akan lagi menggentayanginya. Akhirnya, Bang Wool pun mencuri. Bang Wool mencuri dengan bantuan Arang. Arang berperan sebagai penjaga, sementara Bang Wool yang sibuk mengambil barang-barang dagangan yang engga terjaga oleh pemiliknya.



Sampai akhirnya, karena Bang Wool gugup dan ia engga bisa menutupi ketakutannya saat bertemu dengan penjaga, Bang Wool menjatuhkan hasil curiannya tepat di hadapannya polisi penjaga. Semua terkejut, Bang Wool dan Arang. Tanpa berpikir panjang, Bang Wool mencoba melarikan diri, tapi ia malah terperangkap di daerah yang berujung sungai.


Merasa bersalah, akhirnya Arang membantu Bang Wool. Ia menggunakan kekuatan hantunya untuk memukuli para petuga keamanan. Oh, gosh! Menggunakan kekuatan hantu untuk menjahili atau mengganggu manusia akan mendapatkan hukuman besar dari para pengumpul arwah yang diutus dari neraka. Arang mengetahui konsekuensi tersebut, tapi, ia engga bisa membiarkan Bang Wool begitu saja. Dengan mengambil semua resiko, Arang memukuli satu persatu pengawal dan dua orang wanita pemilik dagangan. ha.
 

Dari kejauhan, banyak orang menyaksikan kejadian aneh tersebut. Para pengawal yang merasa kesakitan tanpa ada penyebabnya, menyita perhatian banyak orang, termasuk Eun Oh dan Dol Swi. Eun Oh yang melihat ulah arang hanya berdecak prihatin tanpa mau membantu Arang.


Kekhawatiran semua hantu yang ada di tempat itu benar. Ulah Arang malah membuat para pengumpul arwah yang diutus dari neraka datang ke bumi untuk menghukum hantu-hantu yang bergentayangan. Melihat kedatangan 3 utusan dari neraka itu, semua para hantu berlarian ke berbagai arah. Para hantu yang engga beruntung bakal terkena sengatan listrik dari tongkat pengumpul arwah atau terkena jeratan tambang merah dari neraka.


Arang pun ikut gelisah, ia berlari secepat ia bisa. Berlari dan terus berlari. Sampai pada akhirnya ia berpapasan kembali dengan Eun Oh.



Eun Oh hanya sekilas memperhatikan Arang yang tengah berlari, tapi perhatiannya tiba-tiba terfokus pada jepit rambut milik Arang. Jepit itu. Jepit rambut itu mengingatkannya pada jepit rambut milik ibunya. Eun Oh langsung mengaitkan antara Jepit rambut Arang dengan ibunya, apa mungkin, Arang mengetahui keberadaan ibu Eun Oh?


Tanpa pikir panjang lagi, Eun Oh mencoba membantu Arang. Ia harus menyelamatkan Arang, karena Arang bisa menjadi petunjuk untuk menemukan dimana ibu Eun Oh berada saat ini.Sulit mengejar Arang dengan berlari, Eun Oh memutuskan untuk menyelamatkan Arang dengan menggunakan kuda. Oh, Gross, why do the ghosts not fly?! It easier to fly, ghosts.



Dengan pasti, Eun Oh berhasil membantu Arang untuk menaiki kuda. Eun Oh menyelamatkan hidup Arang.
Bersambung... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar